RSS

Note to self – ‘Towards Building Ummah Consciousness’

These are notes to myself and to others who wants to gain consciousness.

1. “In a society which trains its citizens in the art and philosophy of achieving instant self-gratification, of becoming thoroughly submerged in one’s own bubble of pleasure, it becomes dangerously difficult for one to develop a world consciousness and concern for others. The intensity of this struggle is signified by the fact that one has to cultivate his concern for society without the help of society, and consequently, many will often be left aside to froth around in the artificial sands of their own world. Yet, for the most part, that world too is not even their own, and is rather the mass amalgamation of what the rest of the world (as they know it) is – from idolizing celebrities that they wished they were, to chasing after the will-o’-the-wisp of appearing important and popular in the eyes of other people (assisted through mediums such as Facebook), to engaging in intense debates on the most frivolous of issues that have no actual connection to their own life (including sports), their mind and efforts become wholly tied in a struggle and existence that is not theirs.”

2. “This attitude also extends to our love of the Ummah: one can gauge the seriousness of the issue by simply looking at how deeply Islamic charities nowadays depend on holding concerts for raising funds for humanitarian causes, and how they sadly have big name Muslim celebrities entertain the Muslim crowds, in order to squeeze out money from the pockets of Muslims. This phenomenon, which has several variations (including basketball tournaments for charity), is extremely telling of the “Ummah consciousness” of a people, and their sheer addiction to fun and self-gratification, where they have to indulge themselves first before coming to the aid of the needy in their own Ummah. It does not seem to carry the same spirit of generosity and urgency when the Prophet ﷺ said, “Guard from the Fire, even by giving half of a date fruit in charity.

3. “If one truly believes in Islam as a whole, one must believe that the needs of the Ummah supersede his or her own needs. Our enormous energies and talents deserve not to be wasted away in corporate offices, but rather in the service of the greater good of humanity. Becoming doctors, engineers, or accountants is certainly not inherently wrong- but we must realize that building the character of a nation, that curing them of spiritual diseases, is much harder and requires ten times more resources than building the infrastructure of a nation.”

4. “If one believes the state of affairs of the Ummah to be pathetic today, we must believe ourselves individually to be pathetic as well. We have become desensitized to the plight of the world – how else can one describe our historically unprecedented ability to hear tragedy after tragedy, yet go back to spend hours watching T.V shows and games? Television claims to serve our powers of seeing and hearing, but in reality, it has taken control of our faculties of thinking, by controlling what we see and how we see. Ironically, we often accuse our brethren living in Muslim majority countries of being too sensitive, of being too combustible and manipulated by those who seek to give Islam a bad name. Yet few realize that we too, awash in our luxuries and numbed into silence and inaction by them, are also being manipulated by those same forces.”

5. “Islam, though, is not meant to be taken up as a hobby, but as a life calling – and until we forgo our individualistic dreams and build grander dreams for the Ummah, one cannot have high expectations for the future. This is the fundamental mistake made by Muslims today, and in reality, it is this mistake which threatens ruin and destruction on the Muslim community.”

6. “We must find a way to collectively fight back against these sterilizing forces, of creating new forces and institutions that are free from these dangers, and learn to orient our lives and ambitions toward the service of Allah and all of His creation – and if we can accomplish that, undoubtedly our future descendants will surely come upon a time, God-Willing, where decent men and women all over the world from Haiti to China will smile freely, and feel relieved at having found out that the forces of good have not been vanquished, that goodness and altruism still shine throughout Allah’s earth, like the morning glow rejuvenates us after the lethargy of the night.”

Source: Suhaibwebb.com

 
Leave a comment

Posted by on July 22, 2011 in Uncategorized

 

Nikmatnya Syurga…

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

1. Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
2. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), kerana itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
3. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.
4. Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.
5. Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur ( Nama satu mata air di syurga yang airnya putih dan baunya sedap serta enak sekali)
6.(yaitu) mata air (dalam syurga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.
7. Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata-rata di mana-mana.
8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,
9. (sambil berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah kerana mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.
10. Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.”
11. Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan.
12. Dan Dia memberi balasan kepada mereka kerana kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera.
13. di sana mereka duduk bersandar diatas dipan, si sana mereka tidak melhat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.
14. Dan naungan (pepohonnya) dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.
15. Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal,
16. kristal ayng jernih terbuat daripada perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka).
17. Dan disana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.
18. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di syurga) yang dinamakan Salsabil.
19. Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.
20. Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (syurga), nescaya engkau melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.
21. Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan memakai gelang terbuat dari perak dan Tuhan membersihkan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci)
22. Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah).
23 Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al Quran kepadamu (Muhammad) secara beransur-ansur.
24. Maka bersabarkah untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir diantara mereka.
25. Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.
26. Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari.
27. Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meninggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya.
28. Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Tetapi, jika Kami mengkehendaki, Kami dapat mengganti denan yang serupa mereka.
29. Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barang siapa mengkehendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju Tuhannya.
30. Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.
31. Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat Nya (syurga). Adapun bagi orang-orang zalim disediakanNya azab yang pedih.

AQ Al Insan

Layakkah kita?

 
Leave a comment

Posted by on July 19, 2011 in Uncategorized

 

Islahul Qulub: Tawakal

Saudaraku tercinta,
Setiap kali Allah SWT menutup pintu rezeki, maka Dia akan membuka enam atau tujuh pintu yang lain. Tetapi – dengan bodoh – kita sering berkeluh kesah: “Ya Allah, mengapa engkau tutup jalan ini?” Allah SWT menutup satu pintu untuk membuka banyak pintu, di saat kita melihat dunia ini penuh kegelapan. Saat itu, ketahuilah, bahawa Al Wakil tidak akan pernah menelantarkan kita, bahkan Dia akan membuka pintu rezeki yang kita redhai dan suka.

Renungilah, janin di dalam perut ibunya makan melalui tali pusat dengan satu jalan, yakni plasenta. Ketika lahir, dia menangis. Mengapa? Dia terasa kehilangan jalan yang dia biasa gunakan. Dia tidak tahu bahawa Allah dengan kasih sayangNya memberikan dua jalan padanya, yakni melalui ibunya sendiri. Allah SWT memberikan susu yang bersih, nikmat lagi bermanfaat. Ketika dia habis disusui, maka dia menangis kerana terasa kehilangan kebiasaan. Dia tidak tahu bahawa Allah SWT memberikan empat jalan rezeki, iaitu dua makanan berupa daging dan sayuran dan dua minuman berupa air dan susu. Apabila dia mati, dia akan menangis kerana semua jalan telah ditutup. Dia tidak tahu bahawa Allah SWT membukakan lapan jalan, iaitu pintu syurga.

Itulah, Al Wakil yang tidak akan pernah menelantarkan kita dalam keburukan. Dia tidak akan menghalang satu rezeki pun dari manusia. Apabila Dia menghalang, maka Dia menyuruh kita memikirkan hikmahnya – bahawa Allah SWT membuka jalan rezeki dengan menutup jalan rezeki lain atau untuk menguji dan mengampuni kita, hingga kita keluar dari dunia sebagai penghuni syurga.

Lalu, mengapa kita enggan bertawakal? Perhatikan besarnya kerajaan Allah SWT dan pengaturannya terhadap alam semesta ini, hingga kita tahu bertapa layaknya kita bertawakal kepada Allah SWT:

Allah SWT berfirman:

Katakanlah, Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan engkau cabut kerajaan dari orang yang engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hina orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa ke atas segala sesuatu.” (Ali Imran: 26)

Mari kita dengar ayat ni dengan hati sanubari, bukan hanya dengan telinga. Setelah ini, kita akan tetap bersandar pada manusia? Si fakir akan menggantungkan diri pada si fakir yang lain atau dia akan menyandarkan diri pada Yang Maha Memiliki? Kita akan mengatakan bahawa tidak ada penolong, kecuali manusia?

Di mana keyakinan kita pada Allah SWT? Di manakah Al Wakil dalam kehidupan kita?

(Islahul Qulub – Amr Khalid)

 
Leave a comment

Posted by on June 10, 2011 in Uncategorized

 

Haiku hari ini.

Bagusnya sibuk menyiapkan bekalan,
Sekaligus memperbaiki iman,
Tanpa susah-susah membayangkan,
Saat-saat tak terbayangkan.

—–

Interpret it however you want,
What I want to stress is, Let’s take care of our IMAN!

 
2 Comments

Posted by on April 18, 2011 in Uncategorized

 

Pesanan Buat Kita

Wahai manusia janganlah kau lupa
Kita ini adalah hamba pada-Nya
Kita dijadikan untuk membuat kebaikan
Bukannya untuk membuat kemungkaran

Wahai manusia kitalah hamba-Nya
Kita harus sabar mentaati-Nya
Kita harus sabar meninggalkan larangan-Nya

Dalam mengejar cita-cita mu
Janganlah kau cuba mengambil jalan yg mudah
Janganlah berdusta mengambil hak orang lain
Yang bukan dari milik mu

Dalam persahabatan mu janganlah mengkhianati
Sahabatmu yang sejati
Dalam perjanjianmu janganlah berjanji
Jika tidak menepatinya

Hitam putih susah senang kehidupan,
Perlu ditempuhi dengan tenang.
Semuanya penuh dengan hikmah yang tersirat,
Tuhan jadikan,
Untuk mendidik kita,

Carilah keredhaanNya.

 
Leave a comment

Posted by on January 18, 2011 in Uncategorized

 

Konvensyen Memperingati 500 Tahun Kejatuhan Empayar Melayu Islam Melaka (KEMM1511)

Realiti masyarakat melayu hari ini mengambarkan seolah-olah bangsa melayu telah hilang hakikat jatidiri mereka. Semua nilai negatif telah dilonggokkan pada imej mereka. Lebih malang lagi, senario politik semasa telah mengakibatkan perjuangan mereka ditentukan oleh agenda bangsa minoriti yang telah menjadi golongan pendesak. Adalah dipercayai, ini merupakan kesan langsung dari penjajahan jangka panjang yang bermula sejak tahun 1511 lagi.

Penjajahan fizikal dan minda telah mengakibatkan mereka hilang jatidiri dan agenda perjuangan. Apa yang dapat kita dilihat pada hari ini adalah simptomnya yang zahir dalam masyarakat. Antara senjata utama penjajah adalah humanisme dan globalisasi yang telah memaksa bangsa ini menerima piawaian barat sebagai ukuran keadilan, kejayaan dan ketamadunan.

Justeru itu, Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) dengan kerjasama Persatuan Belia Islam Nasional (PEMBINA) akan menganjurkan satu Konvensyen yang bertajuk “Konvensyen Memperingati 500 Tahun Kejatuhan Empayar Melayu Islam Melaka” sempena memperingati kejatuhan Empayar Melayu Islam Melaka 1511.

Ia bagi menyedarkan masyarakat Melayu Islam sejarah kegemilangan yang pernah dicapai oleh bangsa mereka yang didirikan dengan berpaksi kepada keutuhan jatidiri dan iltizam tinggi terhadap pelaksanaan syariat Islam.


Sabtu 29 Januari 2011

 
Leave a comment

Posted by on January 5, 2011 in Uncategorized

 

How shameful..

Assalamualaikum wbt.

I would like to share a comment made by an American in Tun Dr Mahathir‘s blog on his recent post:

By JaquarAuthor Profile Page

There is a lot of truth in your saying Dr M. However, it does not take a genius to see that you are indeed bias towards Israel and the West. I am American of Malaysian parentage and do see the injustice of the Zion regime towards Palestine. Not all Americans support the Zionist regime and not all Israelis are Zionists too. By you speaking out against Jews is truely anti Semitic.

There are a lot of peace loving Jews that do want peace in the holy land and live peacefully besides the Palestinians. However, the hawks on both sides are winning the battle against peace. With you speaking out against Jews gives them more cannon fodder to play up the hatred. Zionist will say that the Palestinians have support for unfriendly foreign govt. leaders like you and must battle them. Hamas will play it up that they can continue war against Israel as they have the support of you.

This is all the wrong way to approach things. Why do I not see the Arab countries get together as a united front to pressure the West through economical sanctions (oil)or negotiations to get what the Palestinians want. Is it that these Arab brother countries are so corrupted or doesn’t care about the Palestinians enough? You tell me. The average Moslem will complain about the treatment of the Palestinians by Israel but do nothing and go back to daily living.

The battle is not with Israel or the West. It is within your own Islamic household countries who do not know how to play tough negotiating politics like Israel (US lobbying) except though the sword and whining all the time. Israel spend billions on lobbying the US and Western countries to their favor. Rich islamic countries spend billions on their own indulgence.

So please stop calling the pot from calling the kettle black. Start pushing the Arab countries that you have more influence on to unite and do something for Palestine instead of whining about Isreal all the time. Get your onw household in order first. The Zioinist have, have you?

While, I do NOT agree on
1) The idea for the Arabs to lobby US to outthrow Israel to defend the Palestinians (simply because the Arabs should have a sounder mind that they are of the same aqidah with the Palestinians, whose bond is stronger than any other! They should fight Israel with the Palestinians hand in hand.)
2) the bias part and
3) the hawks and what nots,

I DO agree on the statement where he says:
1) The battle is within the islamic household (I believe and prefer the word ‘human resource’ – one that relates to Iman instead of tough politics)
2) Rich islamic countries spend billions (or 11 million dollars’ worth of Christmas tree) on their own (guest hotels) indulgence.

11 million dollars' worth of Christmas tree in UAE hotel.

3) That ‘the average Moslem will complain about the treatment of the Palestinians by Israel but do nothing and go back to daily living’.

Ever heard of this? The Prophet SAW cited:

“The People will soon summon one another to attack you as people when eating invite others to share their food.”
Someone asked, “Will that be because of our small numbers at that time?”
He replied, “No, you will be numerous at that time: but you will be froth and scum like that carried down by a torrent (of water), and Allah will take the fear of you from the breasts (hearts) of your enemy and cast al-wahn into your hearts.”
Someone asked, “O Messenger of Allah, what is al-wahn?”
He replied, “Love of the world and dislike of death.”

[Abu Daud & Ahmad]

Accurate, no?

I think it is shameful that there are 1.28 billion of Muslims around the world; Sadly, most of us are like what the Prophet described we are. Many. Billions! But we are like froth (buih). When the water sweep sideways, we move sideways and when the water sweep to the other we move with the wave and the froth will eventually disappear; our existence meant nothing. And our love for this dunya is mounting day by day!

I think it is shameful that we Muslims can’t spare our stomachs/needs to boycott companies who give financial aid to Israel when we know that paralysing the enemy’s economy is one of the way to help our brothers and sisters. We hate the zionists, but we love our stomachs more!

I think it is shameful that we Muslims continue to want to live like the West – indulging in a world filled with absurd, demeaning and disgusting hedonism and materialism, when we know that it is wrong, all the while reasoning it is better than doing drugs. (I believe they are both the same. They make you addicted either way. So addicted that one will kill you and the other makes you kill to get it!)

I think it is shameful that Muslims need to compromise our values/ideas  just to fit in with the world, whom the one in control of, is terrorising our brothers and sisters.

And even more shameful is that we know what is going on, we emphatise, we make du’a (saying it is the LEAST we can do) and at the end of the day say that we leave our effort to Allah SWT, THEN continue living our life like everyone else – play, study, graduate, work, pension, repent, die. (Some do not get the time to repent.)

It is shameful because I do not believe Rasullullah SWT nor the sahabats ever lived their life like that. While they strive hard for Jannah, (and we sometimes do think about it too or at least is at the back of our minds behind houses, cars, money and wife), our efforts never match theirs.

How you say to not be like that of froth and be more like the al-awwalun?

By learning back the Deen and the purpose of life with our hearts.
By understanding the Quran and as Sunnah, learning our glorious Seerah, seeking ilm’ from the people of knowledge, going to knowledge circles, (seminars, anything!) and then share the ilm to others. Lastly, the hardest of all, practicing that knowledge in our daily life (in its completeness like in the Quran and the Sunnah! not to only take the marriage and inheritance part and throw the rest away! ).

So that we may become people of value who can stand up on our own (with the highest of akhlaq to match!). Let us not be average Muslim.

I am reminding myself before anyone else.

 
2 Comments

Posted by on December 30, 2010 in Uncategorized

 

Penantian

Wahai jiwa yang tenang!
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhaiNya,
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu,
dan  masuklah ke dalam syurgaKu.

[Al Fajr 27-30]

Ya Allah, sampaikanlah. Ameen, ameen, ya Allah.

 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2010 in Uncategorized

 

Ideal vs Realiti: Satu Perkongsian

Alhamdulillah, sudah hampir dua bulan saya berada di Malaysia.
Dalam kerinduan yang teramat sangat pada bumi bercahaya Adelaide, hari demi hari, semakin banyak realiti Malaysia yang saya cerna dan hadam betul-betul. Ada yang best, ada yang kena mujahadah dan ada yang tak berapa nak best.

Satu benda yang sangat lain dari Adelaide yang saya notice masa tiba di airport ialah cuaca. mak aih, panas! Tambahan saya balik masa Adelaide tengah sejuk. (Macam lama sangat je tinggal di OZ, padahal 3 tahun je). Setiap kali saya balik rumah, ayah saya akan anticipate untuk bil elektrik rumah naik sebab dia tahu saya akan pasang aircond berjam-jam sebab tak tahan panas. Kalau 3 tahun lepas, dia tahu saya balik bercuti ke Malaysia, lepas tu akan balik ke Adelaide semula. Kali ni dia mesti akan pening sebab bil elektrik akan stagnant je, sebab saya dah tak balik Adelaide dah. =D =D Kena dapat kerja cepat ni!

Abaikan tulisan diatas. Saya sebenarnya nak kongsikan ngan sahabat-sahabat yang masih di Adelaide tentang pengalaman 2 bulan D & T di Malaysia. Siapa tak tahu apa itu D & T mungkin tak kan faham pun apa yang saya bakal tulis. :) Jadi, perkongsian ini saya tujukan khas buat mereka yang faham apa itu D & T.

IDEAL

Saya berkenalan dengan D & T di Adelaide, Australia. Jadi tempat ni ada tempat yang istimewa di hati; sebab tu kot selalu rindu. Tapi, D & T tu bukan untuk kita rindu-rindu dan mimpi-mimpi, tapi ianya tanggungjawab dan amanah yang perlu dilunaskan.

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam” 6:62

Di luar negara, suasana D & T sangat condusive. Terutamanya bagi mereka yang baru nak mengubah diri 360 darjah dalam T dan bertatih dalam D. Manakan tidak, sahabat-sahabat yang sama-sama terketuk, semuanya dalam satu gerabak; bersemangat ingin berubah. Jadi, mereka sentiasa di sekeliling dalam memberi semangat, motivasi, teguran dan beramal bersama. Mereka jugalah keluarga sebab ahli keluarga yang sebenar duduk jauh beribu batu. Makan berdulang bersama, cuak bersama sebab belum prepare sebelum usrah, berFacebook walaupun satu bilik dan bermusafir seminggu di dalam MPV dalam kesejukan tahap maksima. Mustahil kalau seseorang individu yang telah melalui aktiviti-aktiviti tersebut kata dia tak rasa nikmat ukhuwah. Lagi-lagi bila sudah mula ditarbiyyah dengan “ukhuwah fillah, bonded by aqidah”.

Kalau sudah terketuk, mesti ada pengetuknya bukan? “Pengetuk” yang selalu berada di dalam proximiti yang dekat juga adalah satu faktor yang contribute kepada suasana D & T yang kondusif. :) Dalam hati, “Wah, hebatnya kakak ni! Nak jadi macam dialah. Dah la baik hati, tengah buat pHd pulak tu (tiada kena mengena antara hidup dan mati. hehe) , selalu senyum, D & T mantap. Ok2, kena mujahadah lagi!” Mereka tempat kita mengadu sebab berjumpa setiap minggu untuk halaqah dan usrah. Dah jadi macam mak dan ayah pula. Sabar menuntun dalam memahamkan erti perjuangan, tak minta apa-apa imbalan pulak tu (dihidangkan dengan makanan yang sedap lagi, adalah!) Sehinggakan ada yang siap ambil password Fb masa exam untuk make sure anak-anak buah study betul-betul (terbaik lah ni! saya baru tahu. sangat sweet!). Pergi rumah diorg confirm ada makanan, contoh macam Baitul A*r**. hehe. Bestnya ditarbiyyah macam ni!

Jadual pelajar yang flexible juga boleh buatkan individu yang berada di luar negara berlari sangat laju dalam D & T (kalau pandai susun jadual lah. Budak akaun lagilah! ). Boleh dikatakan setiap minggu ada program. Setiap minggu pasti terisi, alhamdulillah. Di luar negara, kita tiada komitmen untuk pergi ke kenduri kahwin sepupu atau jiran yang selalunya akan memenuhi hari Sabtu dan Ahad. Kalau ada kenduri kahwin pun, mesti dari kalangan sahabat juga dan setiap rumah akan terlibat rewang bersama. Tempat tu jugalah kampung; Kampung Adelaide. :)

Ditambah lagi dengan masyarakat sekeliling yang mengamalkan nilai ethics yang tinggi membuatkan semua yang berada dalam D & T kagum. “Alamak, macam mana ni? Mereka yang tidak pernah faham akhlak boleh senyum selalu, baca buku atas bas, memandu dengan berhemah dan menjaga alam sekitar lagi baik dari kita?” Maka, berlumba-lumba lah semua org untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam diri. Kalau mereka baca novel atas bus, kita baca buku fikrah dan Al Quran. Alahmdulillah! Terlaksanalah sedikit demi sedikit perubahan diri. Yang suka merempit bawa kereta pun kena tone down (saya tak terasa. :p).

Kalau faham T, tentunya akan faham isu Palestin. Boikot wajib! Lebih mudah kalau ada tiba-tiba yang menegur, “eh, barang tu cik yah lah (Cik Yahudi)!” “ha, ye ke? ok2, tak beli dah lepas ni.” Syadid!

Tapi dalam D & T, bukan manis je semua. Pasti ada breaking point. Sebenarnya, lebih banyak susah dari senang. Kan kan? Susah mujahadah melawan nafsu. Susah lawan jahiliyah. Susah nak penuhkan borang mutabaah amal. Susah untuk hafal surah. Susah untuk pergi program. Susah beramal dengan ilmu. Susah nak berlapang dada dengan sahabat. Tapi semuaya dilakukan dengan mujahadah. Tambahan lagi bila sudah tadabbur ayat Allah yang berbunyi:

Apakah manusia mengira bahawa meraka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? 29:2

Lalu, satu demi satu ujian ditepis. Ujian akademik, ujian ukhuwah, ujian scholarship, ujian hati, ujian yang macam-macam.

Jadi berlalulah tahun-tahun (2 tahun) ditarbiah. Satu hari, apabila diri sudah semakin matang, murabbi dan asatizah akan tiba-tiba cakap, “Sebenarnya D & T kamu di sini berenang-renang dalam sungai je, belum masuk laut lagi.” Reaksi semua, “Alamak, sungai je? Penat dan lelah dah ni. Baik, kami mujahadah lagi! iA boleh thabat.” Lepas tu murabbi pun drill kan lah kepentingan Tarbiyyah Dzatiyyah semasa usrah.

Hari yang dinanti tiba, berakhirlah kewajipan sebagai seorang pelajar. Grad, alhamdulillah. Bersiap siagalah semua untuk masuk laut.

Tapi bila dah masuk laut, haaa….

REALITI

Situasi yang mungkin dihadapi:

1) Satu kehilangan yang sangat terasa bila pulang ke Malaysia ialah orang di sekeliling. Mana pergi orang yang sentiasa solat berjemaah dan berma’thurat bersama? Lagi-lagi kalau itu bukan satu norm di rumah. hah, gelabah dah.
2) Aisey, minggu ni takde program. Macam mana ni? Nak isikan dengan apa
3) Bila orang kawasan nak kol ni? Nak berusrah cepat-cepat. nak jumpa akhawat!
4) Bila dah dapat usrah. Usrah 35 minit away dalam kelajuan kereta 110 kph! Dah lah tak tahu jalan atau drive. hmmm, okay…
5) Ada program? Yay! di Ipoh? Jauhnya!
6) Uh oh, ada milo dan nescafe dalam rumah lah. McD blakang rumah pulak tu. Payah ni.
7) Alamak, dah down. Murabbi jauh.Nak bersua muka untuk heart-to-heart. Macam mana?
8) Isy, napa org ni park belakang kereta! macam mana nak keluar ni! Suka hati je park merata-rata!
9) Dan dalam banyak-banyak situasi ni, syaitan akan sentiasa bisikkan benda-benda tak elok ke telinga. Kita jadi kurang sabar, tak berhemah dengan family dan lain-lain. Akhirnya, makin lama, amalan sunat berkurang dan macam-macam lagi.
10) Itu belum masuk hal kerja lagi. Offshore, on call. Semua on off ada. Macam mana nak pergi usrah macam ni?

Ada solusi ke dah macam ni? Mestilah ada!

Persediaan Diri

1) Meyakini dengan bersungguh di dalam hati

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak mengubah (janjinya). 33:23

Back to basic. Pada hari pertama kita berkenalan dengan D & T, kita niat untuk berubah kerana Allah kan? Jadi, berimanlah bersungguh-sungguh dengan itu. Sebab tiada lagi perkara lain yang akan buatkan kamu ingin berada di atas jalan yang kamu sendiri tahu panjang dan susah, melainkan dengan niat untuk mencari redhaNya. Tiada yang lain. Tetapkan niat ini dari sekarang. Niat ini yang akan membantu kamu mujahadah sehingga ke akhir. Jangan lupa untuk sentiasa berdoa kepada Allah untuk tetapkan kamu di dalam saf. Rahmat Allah lah yang akan meletakkan kamu terus istiqamah dengan apa yang kamu yakini.

2) Niat yang akan menghasilkan amal

Apabila sudah nekad di hati, berusahalah dengan apa yang mampu untuk mencapai matlamat. Amal D tu sangat luas, jangan kecilkan skopnya. Contohnya, kalau ada niat untuk ajak keluarga bersama mengamalkan kembali suruhan Islam yang syumul, mulakan dengan diri sendiri dahulu. Satu aspek penting dalam hidup berkeluarga; keberadaan mereka di depan kamu sebagai orang yang kamu ingin bimbing, bukan lah untuk disyarahkan ISK, Usul 20, Muntalaq, Manhaj Hidup Muslim atau apa-apa bahan fikrah. Tapi untuk mereka perhati gerak-geri kamu, tabiat harian kamu, amalan kamu, sudah berubahkah? Kalau Subuh masih lambat bangun, lepas Subuh tidur, lepas makan tak basuh pinggan, bilik bersepah, masih bergaduh dengan adik, syarahlah sebanyak mana bahan fikrah pun, mereka tak akan teringin untuk ikut. Apatah lagi bagi ahli keluarga yang bukan dalam background D & T. Mungkin kamu tak mampu buat semua sekali, tapi mujahadahlah dengan disiplin kehidupan seharian.

3) Timba sebanyak mampu sekarang juga! Jangan tangguh. Nanti takde masa dah.

Kalau masih berada di luar negara atau mempunyai masa lapang. Jangan bazirkan. Baca lah segala buku yang ada. Jumpalah sesiapa untuk dapatkan apa-apa yang boleh dipraktikkan. Tips masak, tips berumah tangga, tips kekemasan diri, grooming, apa-apalah. Yang penting garap semua yang available. Lapang sebelum sempit.

4) Tarbiyyah base bukan program base.

Tepis ketepi bahawa D itu adalah apabila kita diberi tugasan dalam organisasi, masuk biro-biro, jadi AJK, host program-program besar. Hakikatnya, organisasi dakwah Islam asasnya tetap tarbiyyah. Dan kalau kita imani manhaj Ikhwan, ianya bermula dari individu, bait muslim dan seterusnya. Tiada tarbiyyah, maka runtuh organisasi dakwah kerana ianya akan dibina di atas asas yang rapuh. Satu yang Ikh/Akh perlu faham ialah D & T di semua tempat takkan bergerak dengan pace yang sama. Ada yang baru nak bermula, jadi organisasi belum kukuh, tiada program-program besar yang ada except prog dalaman, hence, less the work you are getting; unlike disana yang semuanya dah ada biro-biro. Teruskan komited dengan T. Dan jangan lupa dengan DF. On the flip side, ada yang dah sangat laju, murabbi ramai, usrah pun cepat, program pula peringkat nasional. Jadi, jangan compare. Beramal ikut kapasiti dan of course, objektif mesti tercapai!

5) Amal D & T itu luas

Murabbi pernah berpesan, D & T itu bukanlah dengan kita selalu keluar rumah dan pergi ke program. Jangan diabaikan yang ada di dalam rumah (kepada mereka yang masih tinggal bersama keluarga). Kadang-kadang kita asyik keluar, sampaikan hak-hak di dalam rumah terabai. Kita penat cari orang luar untuk di T, yang di dalam rumah pulak tak jadi. Jadi, saya syorkan, plan jadual betul-betul. Kalau perlu keluar, boleh, tapi make sure hak-hak di rumah setel.

Untuk T diri sendiri, patutlah murabbi drillkan Tarbiyyah Dzatiyyah. Ini sangat penting, sebab dzatiyyah lah yang memampukan individu untuk bergerak.

Belum usrah? Sabar. Diorg tengah nak sort out kan lah tu. Sementara tu why don’t you sort yourself out first dengan kehidupan di Malaysia?

Takde program? Bacalah apa-apa yang bermanfaat. Pergi riadhah ke.

Usrah jauh? Err, ada ukhti yang drive 2 jam untuk ke usrah. Dari Sabak Bernam, Selangor ke Bota, Perak! Lepas tu program sabtu di Tanjung Malim. MasyaAllah!

Murabbi jauh? Call lah. bukan susah.

Program jauh? Nak seribu daya, tak nak seribu dalih. Kan dah niat tadi?

6) Ukhuwah itu kan bonded by aqidah?

Laut itu luas, maka jalinkanlah ukhuwah dengan semua. Rindu pada akhawat pasti ada. Tapi kena realistik. Jadi, saya syorkan baca artikel ni sebab dia praktikal:

Ukhuwah Satu Realiti

7) Tegas dengan pendirian

Terutamanya dalam isu boikot. Jangan di sana bersungguh, di Malaysia longgar sebab semua org tak aware. Makanya, kita lah yang kena awarekan masyarakat. RM 1 = 1 bullet shot to your brother/sister in aqidah!

8) Bila down

Ni situasi normal. Kan iman itu yazid wa yankus, naik dan turun. Jadi, bila sedar turun, cepat-cepat naikkan! Cepat-cepat cari punca. Carilah siapa-siapa yang boleh bantu. Cari akhawat ke. Takpun cepat-cepat tepis dan sibukkan diri.

9)Sabar dan teruskan kesabaran

Ini nasihat sahabat sebelum saya pulang 21 September hari tu. Dan itulah yang cuba saya lakukan kalau sedang berada dalam masyarakat. Terutamanya masa driving. Macam-macam ragam!

10) Masa sibuk

Saya belum lagi experience ni di Malaysia since saya belum start kerja lagi. Tapi masa di OZ, kerja 9-5 mmg takkan dapat concentrate benda lain. kerjaaa je. Tgk-tgk dah habis 8 jam. Memang akan racing against time. Jadi bagi sesiapa yang sangat busy untuk usrah, ini apa yang orang-orang lama cakap: pergi juga! Tak kisah lah, kalau datang usrah tidur, lambat ke, yang penting datang. sebab mengikut kata mereka, siapa yang tak datang untuk usrah akan dissappear dari jalan ni. *poof*

Ini cerita pengalaman orang-orang yang dah lama:

Pengalaman Dr yang on call 36 hours: Datang usrah tidur. Tapi Dr tu kata, kalau seorang Dr yang dah on call tak tidur 36 hours, tapi still dtg usrah, first thing dia akan buat ialah ucapkan tahniah dan kemudian suruh dia tidur. :)

Pengalaman akauntan yang bekerja balik malam masa peak time: Datang-datang usrah, usrah dah nak habis dah.

MUJAHADAH

Mereka boleh mujahadah, kita pun mesti boleh! 

Saya yang menulis ni pun baru 2 bulan berada di Malaysia. Entah macam mana masa depan saya. Doakan saya. Sesungguhnya tangan yang menulis dan mulut yang bercakap itu lebih berat tanggungjawabnya. Semoga dapat mengambil manfaat.

Buat sahabat-sahabat yang bakal pulang ke tanah air, jumpa kamu di Malaysia tak lama lagi, iA!

Yang sudah di Malaysia, mari teruskan mujahadah!

 
8 Comments

Posted by on November 20, 2010 in Uncategorized

 

Jalan Juang

IZIS – Jalan Juang

Sabarlah wahai saudaraku
Tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh
sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku
Kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah Al-Haq pasti menang

Tanam di hati benih iman sejati
Berpadu dengan jiwa Rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu
Jangan mudah mengeluh
Pastikan azzam-mu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah
Sekedar mimpi
Namun janji Allah
Yang Haq dan pasti…!!

 
Leave a comment

Posted by on November 19, 2010 in Uncategorized

 

Sirah Muzikal 2010

Sirah Muzikal 2010

Penampilan Islam sebagai sebuah agama yang dianuti oleh pelbagai bangsa dan latar belakang manusia cukup untuk memperlihatkan kesempurnaan Islam itu sendiri. Sebagai sebuah agama yang fleksibel perlaksanaanya, mengikut aturan dan dasar yang telah sedia ada, Islam tidak sekali-kali menyekat umatnya untuk berhibur, tidak kiralah hiburan dari mana-mana bangsa sekalipun, asalkan ianya adalah selari dengan kehendak Islam sendiri.

Maka, atas kesedaran ini Persatuan Belia Islam Nasional (PEMBINA) cawangan Shah Alam Klang, dengan kerjasama beberapa pihak termasuk Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) akan menganjurkan Sirah Muzikal 2010 sebagai alternatif hiburan santai yang menjaga batasan syariat, serta digabungkan dengan elemen pendidikan iaitu penyampaian sejarah perkembangan tamadun Islam yang pernah menguasai dunia sehinggalah empayar kerajaan Islam terakhir jatuh pada tahun 1924.

Ungkapan cendekiawan ada berbunyi ‘Satu bangsa yang lupa akan sejarahnya bukanlah satu bangsa yang berjaya’.

Selain itu, program ini juga merupakan salah satu projek untuk mengumpul dana bagi pembinaan Sekolah Tahfiz Bayu Syahadah di Kampung Bitoon, Ranau, Sabah di bawah kelolalaan Saudara Nazrey Johani, yang juga merupakan penggiat seni nasyid tanahair.

Dana yang diperlukan adalah sebanyak RM15 juta dan tempoh kutipan dana adalah bermula 2 Julai 2010 sehingga 2 Julai 2012 dengan perakuan dan sokongan dari Jabatan Agama Islam Negeri Sabah. Seperti yang kita maklum, keperluan sekolah agama di Sabah amatlah meruncing dan jumlah yang sedia ada masih amat kecil jika dibandingkan dengan keperluan ummat Islam di sana.

Justeru, saya menyeru semua pihak untuk sama-sama menggembleng tenaga menjayakan usaha murni ini dan memberi sokongan penuh terhadap segala usaha untuk mengumpulkan dana bagi sekolah tahfiz tersebut.

Source: www.ismaweb.net

Jommmm! Mari pergi ramai-ramai! Saya pun pergi iA! (^_^)

 
Leave a comment

Posted by on September 23, 2010 in Uncategorized

 

Antara Dua Kekuatan

Ramai yang menyangka Timur memerlukan kekuatan benda seperti harta, kelengkapan, senjata dan semangat untuk bangkit semula dan menyaingi bangsa-bangsa lain yang telah merampas hak mereka. Benar, apa yang dikatakan itu betul dan penting. Namun ada perkara yang lebih penting dan lebih perlu dilaksanakan iaitu kekuatan jiwa seperti akhlak yang mulia, jiwa yang murni, meyakini dan mengetahui hak-hak mereka, kemahuan yang teguh, sedia berkorban dalam melaksanakan kewajipan dan kesetiaan yang berlandaskan kepada keyakinan dan perpaduan. Dengan kedua-dua unsur inilah datangnya kekuatan.

Jika Timur meyakini hak mereka, jika mereka mempunyai harga diri, memelihara kekuatan rohani, menjaga akhlak yang murni nescaya segala kekuatan benda akan datang dari semua arah. Lembaran sejarah telah membuktikannya.

[Halatuju Dakwah Kita, ISHAB]

Ntah kemana pergi jati diri anak2 Malaysia sampai macam ni jadinya. Saya sangat takut untuk kembali ke tanah air sendiri. Perasaan bercampur baur antara hairan, geram dan marah. Tapi siapa lagi harapan negara untuk mengubah paradigma masyarakat kalau bukan saya, kan?

Sedarlah wahai pemuda/i Islam; Tiada apa yang istimewa pada budaya Barat yang kamu agung-agungkan itu melainkan dibawah ini hasilnya!

Jalan penyelesaian sudah pun berada pada kamu sejak kamu lahir. Telah pun dibuktikan generasi terdahulu oleh idola utama kamu Muhammad SAW. Hidupkan Islam dalam diri. Sedarlah tanggungjawab kamu.

Kalau tidak, tiada bezanya kamu dengan masyarakat Arab Jahiliyah dahulu; yang sama bunuh anak perempuan, minum khamar dan mengexploitasi wanita.

Nah! Zaman mana yang lebih teruk skrg mengikut penilaian kamu? Kamu atau masyarakat Arab jahiliyah dulu?

 
Leave a comment

Posted by on August 19, 2010 in Uncategorized

 

Menyibukkan diri dengan kebenaran

‘Diri itu tidak pernah jemu berusaha, bergerak, mencari dan bekerja. Jika anda tidak sibukkannya dengan kebenaran, ia akan menyibukkan kamu dengan kebatilan. Jika anda tidak bawanya terbang dalam perkara ketinggian, ia akan menjunam denganmu ke lembah perkara yang remeh temeh. Oleh yang demikian, sibukkanlah dirimu. Tentukan cita-cita dalam fikiranmu dan carilah perkara yang memenatkan badanmu.’

 
Leave a comment

Posted by on May 4, 2010 in Uncategorized

 

Pesan Terakhir.

” Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan ” [As Saff 2-3]

Ini ayat yang kami tadabbur sama-sama hari terakhir, sambil berbincang tentang sifat-sifat yang perlu ada pada seorang da’i. Hurm, mungkin saya belum cukup pengasih … ataupun sabar! Baru je nak menang dengan battle diri sendiri hari tu. Hari ni dah kalah dengan ujian nafsu marah. Saya nak terbang tinggi! Tapi siapa kata mujahadah senang kan?

Ish, keluarlah rasa benci ni. Sakitkan hati saya je. Istighfar banyak-banyak, Alia.

 
Leave a comment

Posted by on March 30, 2010 in Uncategorized

 

Belajar Berorganisasi

Assalamualaikum wbt,

Lama dah tak menulis. Moga Allah beri kekuatan untuk menulis entry yang satu ni. Entah kenapa pilih untuk tulis tajuk ni. Tapi nak tulis juga sebab tahun lepas banyak yang saya belajar tentang perkara ni. Alhamdulillah, murabbi tak pernah putus asa bagi semangat dan nasihat tatkala diri macam dah terjelepuk memikirkan kerja-kerja organisasi.

Tapi nasihat yang semacam penampar aka wake-up call untuk diri sendiri adalah pada bulan lepas.  Tatkala proses “menukar-nukar” biro boleh dilakukan. Jadi, saya pun pergilah menyatakan hasrat untuk ‘bertukar arah’ kepada ketua dan menceritakan mengapa. Rupanya biro ada polisi “Sudah masuk, tak boleh keluar”. hehe. Terbaik!

But anyway, ni mesej yang saya dapat:

” Don’t take things personally.”

Nampak mudah dan senang. Tapi kadang-kadang sukar bagi orang yang sangat sensitif (sayalah tu). Lepas tu berlakulah agenda “pembasuhan” menggunakan Clorox. (^_^)  (Saya dah bersih, alhamdulillah!)

The thing is, saya akan sangat stress kalau benda yang saya buat tidak mencapai piawaian standard yang tinggi. Dan dengan standard yang sangat tinggi tu, usually saya akan bekerja doubly hard to make it perfect. Tapi saya akan lagi stress  kalau benda yang saya buat tu tiba-tiba tidak mencapai standard perfect orang lain dan ditegur untuk buat semula atau lain-lain.

Teguran pertama selalunya saya akan ubah serta merta dan ikut. Tapi saya akan mula rasa down bila ditegur beberapa kali, lepas satu, satu (dalam hal yang berlainan. iA I don’t make the same mistake twice). Saat ni saya dah tak reply apa-apa. Bak kata orang kampung, buat donno. Tapi dalam hati tengah sedih sebenarnya dan akan berkali-kali remind diri untuk tajdid niat. Masa ni mulalah negative thoughts yang keluar, “Oh, saya tak cukup bagus” atau “Memang diorang tak suka saya kot”. Ya, saya memang ada masalah inferiority complex. Jadi, bila saya beritahu reason saya untuk tukar biro, ini nasihat yang saya dapat:

“Biasalah tu berorganisasi, semua orang kena tegur dan ditegur. Itu untuk yang terbaik. Kalau awak take things personally, semua benda pun tak jalan. Kalau awak tukar biro pun, awak akan kena tegur juga. Habis tu nak buat apa, duduk dalam bilik je? “

Lepas tu saya pun rasionalise. Tapi biasalah, dalam hati meronta-ronta juga mempertahankan stand diri. Hati kecil berkata, “mungkin ada orang yang lebih baik untuk jalankan tugas ni” atau “saya tak buat apa-apa pun, diorg boleh handle je semua, iA”.

Tapi bila fikir balik, ada betul juga nasihat tadi ( bukan ada betul, memang betul pun! ). Bila fikir balik, terasa hati dengan teguran-teguran macam ni lah yang menjadi penghalang diri untuk terus naik atau berkembang. Bak kata murabbi, ikatan-ikatan di bumi yang menghalang kita dari terbang tinggi. Mungkin biasa dengan cara common memikirkan teguran dari sudut yang negatif atau fitrah semulajadi manusia yang sentiasa inginkan pujian, terlupa di sebalik teguran itu adalah kasih sayang yang tiada tanding untuk menarik diri bersama-sama baik-memperbaiki dalam saf yang tersusun. Macam mana nak capai tujuan yang sangat besar kalau benda-benda kecil pun nak terasa? Maaflah, saya tak pernah bekerja di dalam organisasi sebelum ni.

Jadi, saya pun bersih setelah dibasuh hari tu. (^_^)

Kenapa saya tiba-tiba tulis pasal benda ni? Oh, sebab tadi saya rasa macam invisible. Jadi ini reminder untuk diri sendiri (juga mereka yang dapat mengambil manfaat).

Don’t take it personally!

Mari berorganisasi! Do your best and let Allah judge the rest!

(^_^)

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bengunan yang terusun kukuh. [ As-Saff: 4 ]

Wassalam.

 
Leave a comment

Posted by on March 28, 2010 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.